Nilai Lebih Sebagai Bosconian

Kurikulum Sekolah Don Bosco YAYASAN PANCA DHARMA

Dalam perjalanan panjang menapaki “usia emas” , Sekolah-sekolah Don Bosco di bawah naungan Yayasan Panca Dharma Jakarta ber- “mimpi” mempunyai “Kurikulum sendiri ” yang memiliki ciri khas  yang dapat menjadi salah satu identitas diri. Mimpi tersebut telah terwujud dan terimplementasikan dalam Kurikulum Don Bosco (Plus).

Apakah Kurikulum Don Bosco Plus itu ?

Sebagai Sekolah Nasional di Indonesia,  Don Bosco  mengacu kepada penerapan Kurikulum 2013 (Kurtilas/Kurnas) sebagai landasan  dalam menerapkan proses pelayanan pendidikan dan kegaiatan  belajar mengajar . Core (isi  inti) Kuriklulum adalah 8 Standar Nasional Pendidikan, mulai dari Standar Isi, Standar Proses, Standard Kompetensi Lulusan,  Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian.  Berdampingan dengan 8 NSP tersebut  Sekolah Don Bosco menambahkan muatan-muatan yang menjadi ciri dan identitas sekolah, keunikan,  kelebihan dan  ” adding values”   yang secara berkesinambungan, kontinyu, dan terus-menerus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kompetensi abad 21.

Muatan-muatan tersebut antara lain  strategi pemilihan mata pelajaran Unggulan, Program Bilingual, dan Pedidikan Penguatan Karakter.

Strategi Pemilihan Mata Pelajaran Unggulan

Konsep pendidikan yang kami selenggarakan adalah proses pemanusiaan manusia yang mengedepankan semangat pendidikan yang membebaskan. Membebaskan setiap insan muda dari keterbelakangan, ketertindasan, kebodohan, kemiskinan baik dari segi Kognisi, Skill, Afeksi, maupun karakter. Sistem dan konsep bahwa semua pelajaran yang diajarkan di sekolah adalah dalam rangka memastikan  proses pemanusiaan manusia berjalan dengan kualitas terbaik . Oleh sebab itu,  semua pelajaran pada saatnya nanti haruslah Unggul sehingga seluruh potensi/bakat, , kemampuan dan kompetensi, keterampilan , kecerdasan siswa, dan lain-lain berkembang dengan seimbang dan optimal.  “Pelajaran unggul , oleh guru-guru unggul, dan untuk siswa yang unggul “.  Dengan pelayanan pendidikan Unggul di Don Bosco, setiap anak akan difasilitasi dan didorong untuk terus berkembang secara optimal.

Salah satu Rencana Strategis pengembangan pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah Don Bosco adalah dengan ditetapkannya 6 mata pelajaran sebagai sebuah “strategis unggulan” untuk menyiapkan generasi muda sesuai dengan Visi Misi Yayasan  ” Creating Personal Excellence with Character“.  Enam Mata Pelajaran Unggulan itu adalah Matematika, IPA, bahasa Inggris,  (khusus jenjang SMA : Ekonomi, Fisika ), dan IT.

Masing-masing mata pelajaran unggulan tersebut dikembangkan baik vertikal dan horizontal untuk menemukan keunggulannya baik dari sisi kedalaman, keluasan, kebermanfaatan, dan varian penyampaian atau yang lainnya sehingga menjadi salah satu ciri dan identitas unggul bagi stakeholder kami.

Dasar dan pertimbangan mengapa  menetapkan  mata pelajaran unggulan, salah satunya adalah untuk menjawab dan menyiapkan insan muda (para Bosconian) menyosong abad 21 dengan segala kompetensi yang harus dikuasai.

Strategi Program Dwibahasa (Bilingual)

Untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era kompetisi, kolaborasi, dan juga era digitaliasai, otomatisasi (industri 4.0) serta persiapan menjadi pelaku-pelaku yang kritis, memiliki daya juang tinggi, untuk memasuki dunia lokal, nasional, dan global yang terus menrus berubah dan bekembang, sangat disadari bahwa para generasi muda ini ( Bosconian) mendapatkan bekal dan modal  dengan standar dan kualitas yang tidak hanya cukup tetapi juga yang terbaik.

Oleh sebab itu, konsep pelayanan pendidikan kami adalah bagaimana para siswa-siswi kami siap memasuk era industri 4.0 dan  memastikan bagaimana manghadapi kompetensi abad 21. Diperlukan kompetensi dan skill dengan standar kualitas terbaik. Salah satu strategi kami adalah dengan menyelenggarakan program Dwibahasa (Bilingual).

Program Bilingual ini meliputi bahasa Inggris (dengan standar kualitas Cambridge), Mathematics and Science (pembelajaran Dwibahasa dengan standard Kurikulum Nasional untuk jenjang SD dan SMP), Physics and Economics (untuk jenjang SMA).

Program Bilingual bahasa Inggris diselenggarakan  dengan  standar Cambridge Curriculum dan Cambridge Assessment. Pada mata pelajaran bahasa Inggris ini, siswa memiliki keuntungan mendapatkan  dual sertifikat dari Cambridge yang terstandarisasi  dengan siswa-siswa di sekolah-sekolah di seluruh dunia dan sertifikat nasional. Untuk memastikan standar kualitas proses belajar mengajar dan juga standar kualitas assessment, kami merekrut tenaga pengajar “Native Teacher” dari negara-negara Inggris, Australia, Canada, Amerika Serikat.

Selain bahasa Inggris, konsep bilingual kami adalah memberikan benefit kepada orang tua dan siswa untuk mempunyai pengalaman belajar pada mata pelajaran-mata pelaran tersebut dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Salah satu tujuan penyelenggaraan program Dwibahasa (Bilingual) adalah meng- “encourage” dan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa (juga guru) sehingga dapat menjadi salah satu bekal dan modal memasuki persaingan dunia global.

Untuk memastikan standar kualitas proses dan hasil, para tenaga pendidik (guru) kami progres dengan berbagai pelatihan dan pegembangan. Baik dalam bentuk seminar, workshop, maupun pertemuan rutin dan periodik seperti Forum Group Discussion (FGD) dan MGMP (Musayawarah Guru Mata Pelajaran) internal sekolah Don Bosco dan eksternal (Rayon, sanggar, MKKS, MPK, dll) termasuk teacher trainning bahasa Inggris dari Native Teacher Don Bosco. Di samping meningkatkan kompetensi profesioanlitas guru-guru internal pengampu mata pelajaran unggulan dengan berbagai up-grading, kompetensi dan skill berbahasa Inggris, khusus untuk pengampu mata pelajaran Mathematics dan Science kami juga merekrut Native Teacher. Dengan demikian, penciptaan iklim Bilingual dapat terjaga dan terbina dengan kondusif.

Penguatan Pendidikan Karakater Bosconian (PPKB)

Linier dengan tujuan pendidikan nasional dan Visi-misi Yayasan Panca Dharma, pelayanan pendidikan di sekolah Don Bosco sangat kuat dalam penanam dan insternalisasi nilai-nilai atau karakter. Nilai atau Values dan karakter digali dan dihidupi dari warisan nilai-nilai luhur Santo Pelindung Sekolah Don Bosco yaitu Santo Don Bosco dan juga nilai nilai luhur para Pendiri Yayasan. Menjadi salah satu strategi sangat mendasar adalah memastikan bagaimana karakter Santo Don Bosco dan Nilai-nilai luhur para Pendiri Yayasan Panca Dharma diinternalisasikan dan dihidupi oleh seluruh civitas akademika dan komunitas pendidikan lebih-lebih para siswa dan guru-guru. Maka melalui Penguatan Pendidikan Karakter Bosconian, penerapan karakter tersistematisaikan dengan baik. Outcome kami adalah seluruh komunitas pendidikan di Don Bosco menjadi BOSCONIAN SEJATI. Bosconian adalah predikat untuk seluruh kamunitas dan stakeholder yang bergabung dalam keluarga besar DON BOSCO yang terdiri dari seluruh siswa termasuk alumni, guru dan karyawan Yayasan Panca Dharma.

Lima Values atau karakter  yang kami hidupi dan kami masukan dalam Renstra jangka menengah lima tahun adalah Integritas (Integrity), Kreativitas (Creativity), Kepemimpinan (Leadership), Kepedulian (Compassion), dan Rasa syukur (Gratitude). Setiap tahun kami programkan untuk memilih dan menghidupi satu nilai dan menjadi dasar untuk menghidupi nilai-nilai berikutnya. Dengan demikian, tahun kedua, ketiga dan seterusnya akan berbeda karakter yang ditonjolkan dengan tetap menghidupi  nilai/karakter tahun-tahun sebelumnya. Sehingga salah satu profil lulusan kami adalah menjadi BOSCONIAN SEJATI.

 

Strategi Proses Pembelajaran

Untuk mempersiapkan dan mewujudkan “mimpi” atau visi kami, Menjadi Komunitas Pendidikan yang Unggul dan Berkarakter, diperlukan program, sistem, tenaga pendidik, yang Unggul agar dapat menghasilkan siswa-siswa yang Unggul. Untuk mencapai tujuan tersebut , Sekolah Don Bosco mempersiapkan konsep “pembinaan  generasi muda Bosconian”  dalam menghadapi tantangan global dengan menerapkan 21st Century Learning yang dikemas dalam Fun EXAM Learning (Fun – Experiential – Active – Mastery Learning). Proses pelayanan pendidikan di Don Bosco disajikan dengan kombinasi pendekatan berbasis pengalaman (Experiential Leraning), pembelajaran yang aktif dengan  dan kreatif (pendekatan siswa sebagai subjek didik : pemanusiaan manusia) Active and Innovative learning, pembelajaran tuntas (mastery Learning), dan semuanya itu disajikan dalam pendekatan dan cara yang menyenangkan (Fun Learning). Orientasi strategi proses pelayanan pendidikan dan pembalajaran kami adalah preparing for a better future  untuk bersama meraih prestasi dalam rangka Creating personal excellence with Character.

Semua hal di atas kami “kemas”  dalam satu Kurikulum yang kami sebut KURIKULUM DON BOSCO. Tentu perlu perjuangan dan proses panjang untuk memastikan perwujudkan Visi dan Misi Yayasan Panca Dharma. Tetapi dengan komitment tinggi dan kerja sama seluruh stakeholder dan komunitas pendidikan  di Don Bosco, perwujudan dan pencapaian visi misi melalui pelaksanaan Kuirkulum Don Bosco dapat berjalan dengan standar kualitas terbaik.

Hiero

Program Bilingual

Program Bilingual (English, Math, dan Science)

Program Bilingual Sekolah Don Bosco merupakan program pendukung untuk memacu generasi muda Bosconian dalam menggapai lingkup pendidikan ataupun pengetahuan agar lebih mampu dalam menjawab tantangan global.

Dengan tujuan akhir Cambridge Assessment International Education (CAIE) – English As A Second Language, Tenaga Pendidik Sekolah Don Bosco mengarahkan generasi Muda Bosconian untuk menghadapi Cambridge Assessment  saat SD yang selanjutnya dipersiapkan dalam menghadapi IGCSE di SMA. Dengan IELTS sebagai penunjang tambahan sertifikat IGCSE, maka dapat dipastikan bahwa lulusan Sekolah Don Bosco memiliki bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yang mendunia.

English dimana sebagai bahasa pengantar universal bagaikan jembatan penghubung berbagai informasi yang tersedia di dunia.

Math memberikan tantangan pemahaman konsep yang melatih Critical Thinking dalam menemukan berbagai kemungkinan yang ada.

Dari sisi Science, wawasan dan kosa kata baru membentuk pola pikir yang lebih terbuka terhadap berbagai kemungkinan akan inovasi baru.